Tuesday, December 25, 2018

Perlunya Politik Untuk Menjadi Pemimpin, Berikut Tips Nya

Perlunya Politik Untuk Menjadi Pemimpin, Berikut Tips Nya
Lembar Tip untuk Pemimpin Politik

Seorang pemimpin adalah pembuat keputusan yang berorientasi pada tujuan dan visioner - seseorang yang mampu menginspirasi timnya untuk melihat visi organisasi dan berusaha untuk menjaga tim tetap fokus dalam memenuhi misi. Politik dan kepemimpinan organisasi sangat terkait. Politik adalah cara orang menyelesaikan perbedaan melalui diskusi, negosiasi, atau kompromi. Politik organisasi, di sisi lain, adalah proses dan perilaku dalam interaksi manusia yang melibatkan kekuasaan dan otoritas. Untuk berhasil dalam lingkungan politik, para pemimpin perlu mengakui legalitas misi organisasi dan menyusun strategi dan mengimplementasikannya dengan sensitivitas politik.

Politik di tempat kerja seharusnya bukan tentang perilaku negatif atau tindakan yang tidak diinginkan. Ini adalah tentang memahami lingkungan organisasi - ini adalah alat untuk membantu membuat keputusan yang lebih baik. Ada empat langkah utama yang dapat digunakan untuk menyusun strategi keputusan secara politis. Langkah pertama adalah dengan menilai kelayakan politik, yang menilai penerimaan dan kapasitas operasional. Langkah kedua adalah memetakan lanskap politik. Ini dapat dilakukan dengan mendefinisikan kekuatan, kelemahan, motivasi, sumber daya, nilai-nilai organisasi, dan pertukaran. Langkah ketiga adalah melakukan analisis biaya dan manfaat politik dengan mengevaluasi biaya dan manfaat. Langkah keempat adalah benar-benar membuat keputusan.

Politik adalah alat untuk menilai kapasitas operasional dan menyeimbangkan pandangan beragam pihak yang berkepentingan. Itu adalah kekuatan dan harus digunakan untuk mengimplementasikan keputusan dengan sensitivitas politik. Berikut ini adalah daftar kiat bagi para pemimpin tentang politik di tempat kerja:

1. Memahami hubungan politik dengan mendefinisikan politik di organisasi terlebih dahulu.

2. Identifikasi manfaat politik dan kembangkan peta politik.

3. Melaksanakan keputusan dan kebijakan dengan sensitivitas politik.

4. Memperoleh tanggung jawab politik.

5. Menjadi profesional dan bertanggung jawab.

6. Memiliki tanggung jawab pribadi dan hukum.

7. Gunakan bantuan politik untuk menerima kebijakan.

8. Tingkatkan kekuasaan atas keputusan.

9. Gunakan lingkungan politik untuk mengakses pengambilan keputusan di masa depan.

10. Menilai kapasitas operasional.

11. Nilai nilai dan nilai substantif.

12. Memetakan lanskap politik untuk menilai kekuatan dan kelemahan organisasi.

13. Memahami sumber daya, insentif, dan pertukaran.

14. Kembangkan argumen Anda dan siapkan terlebih dahulu.

15. Tahu bagaimana menggunakan aturan formal.

16. Manfaatkan peluang informasi.

17. Bernegosiasi, berkompromi, dan beradaptasi.

18. Seimbangkan pandangan beragam pihak yang berkepentingan.

19. Memajukan tujuan para pemangku kepentingan.

20. Bekerja dalam lingkup otoritas dan memenuhi pedoman etika.