Sunday, January 6, 2019

Apakah Harta Anak Yatim Wajib Membayar Zakat?

Apakah Harta Anak Yatim Wajib Membayar Zakat?
Kutaraja.com Portal Ispiratif Apakah Harta Anak Yatim Wajib Membayar Zakat?

Pertanyaan?
Saya mengurus harta anak yatim yang masih kecil-kecil, apakah harta tersebut meminta zakat? Jika disetujui iya, maka harta tersebut akan terus berkurang hingga anak yatim ini bisa diselesaikan sendiri (sampai mencapai usia baligh)? Karena jangka waktu yang lama.

Jawaban:
Betul, zakat itu wajib hukumnya dalam harta anak yatim jika bagian (yang menjadi hak) masing-masing anak yatim ini mencapai nishab (jadi, bukan terhadap total harta sebelum dikumpulkan, pena.). Karena zakat adalah hak dalam harta. Allah Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ ؛ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak berhak apa-apa. ” (QS. Al-Ma'aarij [70} 24-25)

Maka zakat seharusnya terhadap harta, tanpa melihat status pemiliknya, apakah sudah mencapai usia baligh ataukah belum.

Jika Engkau mengatakan bahwa zakat tersebut akan mengurangi harta anak yatim, maka kembangkanlah harta tersebut dalam perdagangan (bisnis) dengan jalan yang mubah (halal), untuk perbendaharaan harta yang diperlukan perbaiki. Diperoleh dari 'Umar bin Khaththab radhiyallahu' anhu),

اتجروا في أموال اليتامى لا تأكلوها الزكاة

"Bisniskanlah harta anak yatim, agar tidak habis (karena) zakat." (Diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwaththa ' 1: 252 no. 588, Al-Baihaqi 4: 107 dan 2: 6, dan Ad-Daruquthni 2: 110)





Pertanyaan?
Jika ada anak yatim yang kaya hasil warisan, apakah hartannya wajib dizakati?

Jawaban:
Bismillah adalah shalatu adalah salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,

Allah mewajibkan zakat untuk semua orang muslim yang memiliki harta.

Allah berfirman,

 لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Orang-orang yang dalam hartanya tersedia di bagian tertentu, (24) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak berhak apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. Al-Ma'arij: 24-25) .

Allah juga berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ

“Ambillah zakat dari harta mereka, yang akan membersihkan dan mensucikan, dan doakanlah mereka… (QS. At-Taubah: 103).

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kompilasi mengutus Muadz radhiyallahu' anhu ke Yaman untuk mendakwahkan islam, beliau berpesan,

أَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِمَمُمُمُمُمُمُاُمُمُاُمُاُمُ

Sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat untuk harta mereka. diambil dari orang kaya dari mereka, dan diambil dari orang miskin di sekitar mereka. (HR. Bukhari 1395)

Zakat diambil dari orang kaya dan dikirim ke oran miskin. Sementara untuk disebut orang kaya tidak harus baligh. Terkait anak kecil yang punya harta banyak, juga termasuk dalam pengertian arti ini.

Syaikhul Islam menjelaskan,

وتجب الزكاة في مال اليتامى عند مالك والليث والشافعي وأحمد وأبي ثور وهو مروي عن عمر وعائشة وعلي وابن عمر وجابر - رضي الله عنهم قال عمر: اتجروا في أموال اليتامى لا تأكلها الزكاة وقالته عائشة أيضا. وروي ذلك عن الحسن بن علي وهو قول عطاء وجابر بن زيد ومجاهد وابن سيرين.

Wajib mengeluarkan zakat untuk harta anak yatim, menurut Imam Malik, Laits bin Sa'd, Imam as-Syafi'i, Imam Ahmad, Abu Tsaur. Dan pendapat ini juga diriwayatkan dari Umar, Aisyah, Ali, Ibnu Umar, dan Jabir radhiyallahu 'anhum.

Umar mengatakan, 'Perdagangkan harta anak yatim, agar tidak berkurang karena dizakati'. Aisyah juga menyatakan yang semisal. Pendapat ini juga diriwayatkan dari al-Hasan bin Ali, dan ini juga pendapat Atha ', Jabir bi Zaid, Mujahid, dan Ibnu Sirin. (Majmu 'Fatawa, 25/18)

Madzhab Hanafiyah

Sementara itu, menurut hanafiyah, anak yatim tidak wajib mengeluarkan zakat, karena dia belum baligh. Sejauh dia juga tidak berkewajiban melaksanakan shalat dan puasa, hingga baligh.

Namun alasan ini lemah. Jumhur membantah, anak kecil tidak wajib shalat dan puasa, karena ini ibadah badaniyah (ibadah fisik). Sementara zakat adalah ibadah maliyah, sehingga terkait hak harta. Dan hak harta juga mengikat bagi seorang anak.

Siapa yang Bertanggung Jawab Mengeluarkannya?
Si anak ini bisa jadi tidak bisa memecahkan teknis mengeluarkan zakat. Karena itu, walinya bertanggung jawab dalam mengeluarkannya.

Ibnu Qudamah mengatakan,

إذا تقرر هذا - يعني وجوب الزكاة في مال الصغير والمجنون - فإن الولي يخرجها عنهما من مالهما; لأنها زكاة واجبة, فوجب إخراجها, كزكاة البالغ

Jika sudah jelas wajibnya zakat untuk harta milik anak kecil dan orang gila - maka wali bertanggung jawab untuk mengeluarkan zakat dari harta mereka. karena ini zakat yang wajib. Harus dikeluarkan, sebagimana zakat untuk orang baligh. (al-Mughni, 2/488).

Demikian Penjelasan tentang harta anak yatim apakah wajib menbayar zakat .Allahu a'lam.
Sumber: Harta Anak Yatim