Sunday, January 6, 2019

Benarkah Kisah Ibnu Hajar dan Batu?

Kutaraja.com Portal Ispiratif - Kisah Dusta Ibnu Hajar dan Batu

Benarkah Kisah Ibnu Hajar dan Batu?
Ada seorang dai nasional yang menceritakan kisah perjalanan belajar al-Hafidz Ibnu Hajar. Kata sang dai, dulunya al-Hafidz ini orang yang bodoh. Lalu dia melihat udara yang bisa melubangi abtu, akhirnya dia kembali semangat belajar dan berhasil jadi ulama besar. Benarkah itu?

Jawab:
Bismillah adalah shalatu adalah salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,

Orang jawa menyebut ilmu gothak-gathik mathuk ... diutak-atik, cocok. Memang dengan bahasa, Hajar [الحجر] artinya batu. Kita kenal kata Hajar Aswad, artinya batu hitam.

Terkait penamaan Ibnu Hajar, benarkah itu karena dia melihat batu yang memiliki lubang karena tetesan udara?

Kita akan melibat biografi beliau,

Nama asli beliau adalah Ahmad. Selanjutnya beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Hajar.

Nasab beliau, Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar, al-Kinani.

Beliau bergelar Syihabuddin, kunyah beliau Abul Fadhl, dan beliau dinisbahkan dengan al-'Asqalani. 'Asqalani adalah nisbat untuk' Asqalan ', sebuah kota yang masuk di wilayah Palestina, dekat Ghazah.

Mengingat keunggulan beliau dalam masalah hadis berlebihan lainnya, beliau digelari al-Hafidz. Dia lahir di Mesir pada bulan Sya'ban 773 H, namun tanggal lahirnya diperselisihkan. Dia tumbuh di sana dan termasuk anak yatim piatu, karena membiarkan wafat kompilasi dia masih bayi, kemudian bapaknya memulai wafat kompilasi dia masih kanak-kanak mulai empat tahun.

Ketika wafat, bapaknya berwasiat kepada dua orang 'alim untuk mengasuh Ibnu Hajar yang masih anak-anak. Dua orang itu adalah Zakiyuddin al-Kharrubi dan Syamsuddin Ibnul Qaththan al-Mishri.




Mengapa beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Hajar?

حجر- نسبة على ما قبل إلى جدّ من أجداده كان ملازما للصمت فشبّه بالحجر

Hajar adalah nisbah ke salah satu kakeknya sebelumnya. Dia (sang kakek) orang yang sangat pendiam sehingga disamakan seperti batu. (Syadzarat ad-Dzahab, 10/542).

Berdasarkan keterangan di atas, penamaan al-Hafidz Ibnu Hajar, sama sekali tidak ada yang setuju dengan kisah batu yang disampaikan sang ustad .. ini hanya dongeng yang tidak pernah ada sanadnya.

Memotivasi jamaah untuk belajar, bukan hal yang terlarang. Namun, kisah pembohong yang salah, itu pembodohan.

Semoga Allah membimbing kita untuk belajar bagi guru yang baik.

Demikian Kisah Dusta Ibnu Hajar dan Batu,  Allahu a'lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)