---------------------- Dibayar Rp2,6 M Cuma Buat Tiduran Sambil Nonton TV, Mau?

Advertisement

Dibayar Rp2,6 M Cuma Buat Tiduran Sambil Nonton TV, Mau?

Saturday, March 30, 2019

Purwarupa alat yang akan digunakan untuk uji coba di luar angkasa (Foto: The Sun)

KUTARAJA.COM - Kamu tak salah baca. Cukup tiduran sembari menonton televisi dan aktivitas lainnya, kamu bisa jadi miliarder.

Kamu suka tiduran sembari nonton televisi selama berjam-jam? Meski terlihat seperti kebiasaan orang malas, kebiasaan buruk itu ternyata bisa berguna juga.

Baru-baru ini, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) sedang mencari sukarelawan untuk tiduran sembari menonton televisi. Sukarelawan itu akan melakukan aktivitas tersebut selama dua bulan.

NASA bukan tanpa alasan melakukan hal itu. Ternyata mereka tengah membuat sebuah riset untuk meneliti kemampuan kondisi tubuh manusia selama di pesawat luar angkasa.

Untuk relawan yang lolos akan disediakan televisi, bahan bacaan, dan kegiatan rekreasi lainnya agar tak bosan. Satu syarat yang harus disanggupi pelamar adalah melakukan semua kegiatan itu sembari tidur. Termasuk juga kegiatan makan hingga buang air besar atau kecil.

Setiap peserta nantinya akan dibayar sebesar 14 ribu poundsterling, atau setara Rp2,6 miliar.

Dilaporkan The Sun, riset yang digelar ini merupakan kerja sama NASA dengan Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) yang berpusat di Jerman.

ESA menyatakan, riset ini untuk membantu mengetahui bagaimana, `bobot, radiasi kosmik, isolasi dan batasan spasial` yang mempengaruhi para astronot.

Jadwal Penelitian
Saat ini, para peneliti harus berolahraga secara teratur dengan mesin resistensi untuk menghindari mati rasa dan pengurangan masa otot.

Untuk menjadi peserta riset ini, setiap pendaftar harus memiliki kemampuan berbahasa Jerman. Pendaftaran akan ditutup pada 24 Mei dan tes akan digelar pada September 2019.

Peserta yang nantinya akan menghabiskan waktu riset sepanjang 89 hari. Relawan akan menjalani lima hari sosialisasi sebelum naik ke ranjang dan menghabiskan waktu selama 60 hari tiduran. Peserta akan menjalani 14 hari sisa penelitian untuk istirahat dan rehabilitasi.

©dream.co.id