---------------------- Ketua DPR Fahri Hamzah: Sangat Yakin Prabowo-Sandiaga Akan Memenangi Pilpres 2019

Advertisement

Ketua DPR Fahri Hamzah: Sangat Yakin Prabowo-Sandiaga Akan Memenangi Pilpres 2019

Friday, March 29, 2019

Calon Presiden Prabowo Subianto saat bersilaturahim bersama ulama Jawa Timur di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di Pacet, Mojokerto, asuhan KH Mahfudz Syaubari, Sabtu (23/2/2019) malam.


KUTARAJA.com - WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah semakin yakin pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memenangi Pilpres 2019.

Keyakinan ini diunggah Fahri Hamzah dalam akun medsosnya.

Lewat akun Twitter @Fahrihamzah, Fahri Hamzah yakin Prabowo Subianto bakal dilantik menjadi Presiden ke-8 RI, karena dari dulu Prabowo Subianto selalu dipanggil 08.

 "Penyingkiran @prabowo kali ini akan gagal. Dia akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Dari dulu dia dipanggil 08. Insya Allah ini akan jadi kenyataan. Dia akan memimpin dengan adil dan bijaksana, dia akan menjaga persatuan dan rekonsiliasi," tulis Fahri Hamzah, Jumat (29/3/2019).

Dikutip dari berbagai sumber, kode angka 08 memang kerap digunakan untuk menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kode tersebut ternyata paling sering digunakan oleh kalangan internal Partai Gerindra dan rekan-rekan Prabowo Subianto.

Penyebutan kode 08 untuk Prabowo Subianto yang merupakan mantan Pangkostrad tersebut, memang terbatas dan tak semua kalangan menggunakannya.

Kode angka 08 sudah menempel dan identik dengan sosok Prabowo Subianto, bahkan sejak politikus berusia 67 tahun itu masih menjalani pendidikan di Akademi Militer.

Lantaran sudah terbiasa dipanggil menggunakan kode unik tersebut sejak lama, maka hingga kini mantan menantu Presiden Soeharto itu masih tetap sering dipanggil menggunakan kode tersebut.

Awalnya rekan-rekan dekat Prabowo Subianto di militer yang memanggil 08, kemudian yang lainnya ikut-ikutan.

Kaus bola Prabowo Subianto pun bernomor 8, begitu pula pelat nomor mobilnya jika dijumlahkan hasilnya 8.

Ternyata, kode angka 08 merupakan sandi radio Prabowo Subianto saat masih aktif bertugas di TNI. Awalnya, Prabowo Subianto sempat memakai sandi Kancil dalam operasi di Timor Timur.

Sandi 08 disematkan kepada Prabowo Subianto ketika dirinya menjabat Wakil Komandan Jenderal Pasukan Khusus.

Sedangkan sandi 09 dipakai oleh Komandan Jenderal Kopassus Luhut Binsar Panjaitan, yang saat ini menjabat Menteri Bidang Koordinator Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Saat Prabowo Subianto naik jabatan menggantikan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Danjen Kopassus, ia tidak memakai sandi 09, melainkan tetap mempertahankan sandi 08 hingga kini.

Sebelumnya, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen.

Sementara, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin diklaim berada di sekitar angka 40 persen.

Hal itu ia sampaikan saat dimintai tanggapannya terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan Prabowo-Sandiaga.


"Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan sedang Jokowi 40-an," ujar Dahnil saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

Kendati demikian, Dahnil tidak menyebutkan secara spesifik mengenai hasil survei internal tersebut, misalnya mengenai jumlah responden dan kapan survei internal itu dilakukan.

Ia juga tidak menyebut daerah mana saja yang menjadi basis kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan, pihaknya yakin pasangan Prabowo-Sandiaga dapat meraih suara di atas 60 persen pada saat pencoblosan.

"Jadi kami yakin beberapa hari ini pada saat pencoblosan Prabowo-Sandi itu bisa menang di atas angka 60 persen," kata Dahnil.

Dahnil mengatakan, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen.

Sementara, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berada di sekitar angka 40 persen.

Kendati demikian, Dahnil tidak menyebutkan secara spesifik mengenai hasil survei internal tersebut, misalnya mengenai jumlah responden dan kapan survei internal itu dilakukan.

Ia hanya menyebut elektabilitas Prabowo-Sandiaga unggul di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Sedangkan di Jawa Tengah, elektabilitas Prabowo-Sandiaga masih berada di bawah Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persenan sedang Jokowi 40-an," kata mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu.

©serambi