---------------------- Melinda Zidemi Di P3rKosa Dan Di Bunuh, Pendeta Asal Nias ,Jenazahnya Di tutupi Di Semak Semak

Advertisement

Melinda Zidemi Di P3rKosa Dan Di Bunuh, Pendeta Asal Nias ,Jenazahnya Di tutupi Di Semak Semak

Wednesday, March 27, 2019

Kutaraja.com - PALEMBANG - Seorang perempuan muda yang kabarnya berprofesi sebagai pengurus gereja sekaligus pendeta di Sungai Baung, Kabupaten OKI Sumatera Selatan, dibunuh.

Identitasnya bernama Melinda Zidemi.

Pendeta Muda Asal Nias Melinda Zidemi Dibunuh, Jenazahnya Ditutupi Semak dan Kayu. Melinda Zidemi semasa hidup.

Dodi, pekerja PT Sawit Mas Persada yang dihubungi Tribunsumsel.com mengatakan, Melinda dikenal ramah dan baik pada warga dan pekerja di sana.

"Dia sering datang dan mengajak warga ngobrol dan bercerita.

Pokoknya setahu saya sangat ramah dan peduli," kata Dodi.

Sehari sebelum mayatnya ditemukan Dodi juga sempat melihat Melinda yang datang bersama seorang anak kecil ke Divisi 1.
Sementara Melinda sendiri tinggal di mess yang ada di divisi 4 perekebunan PT SM.

Informasi peristiwa ini mula-mula disebarkan oleh akun facebook Dodi, Selasa (26/3) pagi.

Ia mengunggah foto semasa hidup dan TKP saat Melinda ini ditemukan.

Tribun Sumsel menghubungi Dodi untuk memastikan peristiwa ini.

Dodi mengatakan mayat perempuan muda ini ditemukan pada Selasa (26/3) pukul 06.00.

Dodi menjelaskan, perempuan muda yang diketahui bernama Melinda itu merupakan pengurus gereja yang ada di areal perkebunan itu.

Sore sekitar pukul 16.00 perempuan muda yang berasal dari Nias, Sumatera Utara itu datang ke Divisi 1 dari mess tempat tinggalnya di Divisi 4.

"Jaraknya sekitar 2 kilometer.

Dia datang mau ngurus gereja bersama anak kecil sekitar 11 tahun.

Saat itu saya lihat sendiri mereka datang saat saya sedang bongkar bibit," katanya.

Dari Divisi 1 sekitar pukul 17.00, Melinda dan anak kecil tadi pulang ke Divisi 4.

Di tengah perjalanan, keduanya dicegat dua orang laki-laki.

"Si anak berhasil meloloskan diri dan melapor ke Divisi 4," katanya.

Sore itu semua orang lalu mencari Melinda.

Akhirnya Melinda ditemukan pukul 06.00 pagi.

"Sepeda motor dan barang-barang lainnya masih ada.
Jenazahnya ditutupi semak dan kayu," kata Dodi.
Netizen sebut Melinda menikah Juni

Penemuan jasad korban juga dibagikan akun Facebook Ferniwati Zalogo.

Dalam unggahannya terdapat 5 foto terdiri 3 foto wanita cantik dan 2 foto mayat.

Dia menandai 6 akun lainnya

Ferniwati Zalogo dalam unggahan menulis keterangan foto sebagai berikut:

Selamat jalan cucu kami Melinda Zidemi semoga damai di sisi Bapa....
Kaget, sedih rasanya kami mendengar kabar mu pagi ini...



Semoga pelakunya dapat ditemukan dan diberi ganjaran yang setimpal terhadap perbuatannya....

Inilah seorang hamba Tuhan yang di temukan tewas dan t3lanjang.

Semoga keluarga yang ditinggalkanndi beri penghiburan dan suka cita dari Bapa di surga.

Belum diketahui kebenaran peristiwa tersebut.

Namun, unggahan tersebut sudah menjadi viral.

"Jadi dari informasi yang didapat korban sedang pergi bersama rekannya Nita Pernawan dari divisi 4 menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam menuju pasar Jeti.

Saat perjalanan pulang korban dihadang oleh orang tidak dikenal menggunakan kayu balok," ujar Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Selasa (26/3/2019).

Lanjutnya, korban diperkirakan dihadang oleh dua orang pelaku yang datang menggunakan penutup muka atau wajah kedua korban dibekap dan dicekik oleh para pelaku sebelum dibuang ke dalam kebun.

 "Korban masing-masing atas nama Melinda Zidoni dan Nita Pernawan diseret oleh pelaku kedalam sawit kemudian ke 2 korban dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

Saat dicekik itulah korban Nita Pernawan pingsan dan dibuang di semak semak di areal perkebunan sawit, sedangkan korban Melinda dicekik hingga meninggal.

Jarak antara tempat korban dicekik dan dibuang sekitar 100 meter," jelasnya.

Menurutnya hingga saat ini pihak kepolisian Polres OKI tengah menyelidiki untuk mengungkap kasus tersebut.

Diduga juga korban Melinda sebelum dibunuh oleh para pelaku diperkosa terlebih dahulu.

 Supriadi mengatakan, dugaan itu muncul karena saat ditemukan, korban tidak mengenakan celana. 

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka.

Dugaannya sempat diperkosa, tapi akan diperiksa lagi," kata Supriadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (26/3/2019).

Supriadi mengatakan, kedua tangan korban juga diikat pelaku dengan ban dalam motor.

Dalam kondisi tidak bisa melawan, pelaku diduga memperkosa korban dan mencekiknya hingga tewas.

"Korban atas nama Nita Pernawan (9) pingsan setelah dicekik oleh pelaku, tapi selamat setelah ditemukan warga. Kedua korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi masing-masing," ujarnya.

Pendeta GKII

Suasana tampak ramai terlihat di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) yang berada di Jalan Urip Sumoharjo Sekojo Palembang.

Karena mereka adalah teman-teman dari Melinda Zidomi yang menjadi korban pembunuhan dan ditemukan Sungai Baung Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

Teman-teman seangkatannya mengatakan bahwa Melinda statusnya sudah menjadi Pendeta dan tamat pada tahun lalu.

Sejumlah teman dari Melinda Zidemi sudah berdatangan di Gereja Kristen Injili Indonesia yang tepat berada di jalan Urip Sumoharjo Sekojo Palembang. Selasa (26/3/2019) (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

"Iyo mas Dio tuh tamatan tahun lalu kalau dak salah tahun 2018," ujar salah satu teman laki-lakinya.

Ia menambahkan bahwa jenazah akan dibawa ke sini (Gereja Kristen Injili Indonesia) untuk disembayangkan dan silakan.

Lalu, akan dibawa keluarganya ke Nias, Sumatra Selatan.

Namun ketika di mintai keterangan baik dari pihak gereja dan keluarganya mereka enggan berkomentar.

Arisman Manai yang juga vikaris di Gereja GKII mengatakan, MZ sedang menjalani ikatan dinas sebagai vikaris di Sungai Baung selama dua tahun.

Melansir kompas.com, Arisman mengaku, MZ sempat ingin meminta izin pada bulan Juni mendatang untuk melangsungkan pernikahan bersama tunangannya di Nias Selatan, Sumatera Utara.

"Baru enam bulan bertugas di sini. Memang dia bilang bulan 6 mau menikah dengan tunangannya di Nias," kata Arisman saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,Selasa (26/3/2019).

Dilanjutkan Arisman, lokasi tempat korban ditemukan memang terbilang sepi dan jauh dari Gereja sekitar 4 kilometer.

Selama ini, MZ memang sering berbelanja ke pasar mengajak muridnya di gereja.

"NP itu muridnya di gereja, memang sering dipasar. Waktu ditemukan tangan dan kakinya diikat semua, punggung korban luka lecet seperti diseret," ujarnya.

Sementara itu, Anugrah Gaurifa (25) yang merupakan keluarga MZ juga membenarkan jika korban dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan.

"Iya memang mau menikah sama tunangannya. MZ sudah 5 tahun di Palembang kuliah di sini. Kalau tugas baru enam bulan," kata Anugrah.

Anugerah MZ mengatakan, korban menamatkan jenjang strata 1 dan meraih gelar Sarjana Teologi Kependetaan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang pada 2018.

Selama menempuh pendidikan, MZ tinggal di mess kampus.

Jika sedang libur, korban sering berkunjung ke kediaman sepupunya di kawasan Sukabangun.

"Setelah tamat kuliah, MZ ikatan dinas dan bertugas di Sungai Baung.

Adiknya juga kuliah di sini di kampus yang sama," kata Anugerah saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Ia pun tak menyangka, jika video call MZ satu bulan lalu saat berada di Sungai Baung merupakan video call terakhir kalinya sebelum korban ditemukan menjadi korban pembunuhan.

Dalam video call tersebut, MZ mengaku akan kembali berkunjung ke Palembang sebelum pulang ke Nias untuk menikah.

"Terakhir kakak saya yang video call, korban bilang mau pulang ke Palembang dulu. Memang mau menikah dalam waktu dekat ini di Nias,"ujarnya.

Saksi kunci

Nita Pernawan/NP (9) berhasil lolos dari maut setelah dikira tewas usai dicekik oleh dua pelaku pembunuhan MZ, vikaris atau calon pendeta di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Sungai Baung, Kabupaten OKI.

Melansir kompas.com, Vikaris GKII Sungai Baung Arisman Manai mengatakan, sembari menangis, NP berlari seorang diri menuju ke gereja tanpa mengenakan sandal.

Ia berada dalam kondisi ketakutan.

Gadis kecil tersebut sempat diikat tangan dan kakinya oleh para pelaku serta dicekik.

Setelah dikira tewas, korban lalu dibuang oleh pelaku ke areal perkebunan sawit.

Sementara MZ juga diikat oleh pelaku dengan menggunakan karet ban dalam motor serta diseret masuk ke dalam areal perkebunan sawit.

"Karena dikira sudah tewas setelah dicekik, NP ditinggal sendiri.

Mungkin dapat mukjizat dari Tuhan ternyata ikatan tangan korban lepas sehingga langsung kabur dan menuju gereja," kata Arisman saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019).

Para jemaat gereja yang sedang berkumpul untuk mencari keberadaan MZ dan NP langsung memberikan pertolongan kepada korban.

Dari gadis kecil itulah jemaat menuju ke lokasi tempat kedua korban dibuang.

Di sana, MZ ditemukan dalam kondisi tanpa busana serta tangan dan kaki terikat.

Sekitar jarak 300 meter dari penemuan MZ, sepeda motor korban juga ditemukan.

"Ponsel korban tidak ditemukan. NP itu lari sejauh 4 kilometer dari lokasi seorang diri dan ketakutan. Anaknya sekarang masih trauma," ujarnya.

Dua pelaku diketahui menggunakan sarung sebagai penutup wajah saat beraksi.

Bahkan, kedua korban diseret tanpa ampun oleh pelaku hingga masuk ke areal perkebunan sawit.

"Saya lihat jenazah tadi ada luka di punggung bekas diseret. Ada juga bekas cekikan di leher,"ungkap Arisman.

Jenazah MZ tiba di di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang didampingi oleh Arisman bersama pemimpin gereja.

Adik korban Yanti bersama keluarganya menangis saat jenazah diturunkan dari mobil.

Mereka saling berpelukan, berlinang air mata menyaksikan tubuh calon pendeta muda itu dibawa masuk ke ruang jenazah.

Tak banyak kata yang terucap dari mulut Yanti.

Ia hanya terlihat terus meneteskan air mata sembari memeluk sanak saudaranya yang ada di depan ruang jenazah.

Pihak keluarga berharap polisi dapat cepat menangkap pelaku sehingga ia diadili atas perbuatan kejinya tersebut.

Jenazah diberangkatkan ke Nias Selatan

Rabu (27/3/2019) jenazah MZ (24),diberangkatkan pulang ke kampung halamannya untuk dimakamkan di Pulau Nias, Sumatera Utara lewat jalur darat.

Jenazah MZ diberangkatkan dari Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) di Jalan Sumoharjo, Palembang sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan mobil ambulans.

Para sahabat korban juga ikut menghadiri ibadah pemberangkatan jenazah tersebut.

Dewistina Finowa'a (24) yang merupakan rekan satu angkatan MZ mengatakan, jenazah MZ diperkirakan sampai ke kampung halamannya Tanah Hibala, Pulau Nias Selatan sekitar Kamis (28/3/2019) sore.

"Tadi pakai mobil ambulans langsung diberangkatkan lewat jalur darat ke Padang. Baru akan menuju ke rumah korban memakai speedboat," kata Dewistina, ditemui di GKII, Rabu.

Ditemukan Bercak Sperma

Usai dilakukan visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan mendapatkan bukti berupa sperma yang diduga milik para pelaku pemerkosaan serta pembunuhan terhadap calon pendeta berinisial MZ (24).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (27/3/2019).

Supriadi mengatakan, korban diduga tewas setelah mengalami cekikan dileher oleh pelaku.

Selain itu, terdapat luka memar di sekitar leher korban hingga menyebabkan MZ tak bisa bernafas.

"Ada bercak sperma ditubuh korban, diduga itu milik pelaku," kata Supriadi.

Ia melanjutkan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnian Adinegara telah memerintahkan para penyidik untuk kembali mendatangi lokasi tempat kejadian di areal PT PSM Divisi 3 blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI.

"Ada satu anjing pelacak juga diturunkan untuk mencari jejak pelaku. Sekarang tim masih di lapangan, melakukan olah TKP ulang," ujar dia.

Sumber: medan-tribun