---------------------- Remaja Dianiaya Hingga Meninggal Akibat Kedapatan Mencuri Kopi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Advertisement

Remaja Dianiaya Hingga Meninggal Akibat Kedapatan Mencuri Kopi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Thursday, March 28, 2019

Ilustrasi

KUTARAJA.com ,REDELONG - Terbunuhnya remaja berusia 16 tahun berinisial DA, karena kedapatan melakukan aksi pencurian dengan luka dibagian kepala akibat pukulan benda tumpul, di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (27/3/2019) kemarin.

Kasus ini kini memasuki tahapan baru.

Pihak kepolisian setempat telah menetapkan pemilik kopi yang dicuri remaja tersebut berinisial S (35)  sebagai tersangka.


Karena diduga melakukan aksi penganiayaan hingga terbunuhnya manusia.

Diketahui, remaja yang masih dibawah umur tersebut, meninggal di lokasi pencurian, dengan mengalami luka dibagian pelepis kepala.

Korban diduga dipukul menggunakan popor senapan angin yang dibawa tersangka atau pemilik kebun kopi yang dicuri.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasatresrim, Iptu Wijaya Yudi, kepada Serambinews.com mengatakan, penetapan status menjadi tersangka tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

"Iya hari ini kita terbitkan surat penahanannya," ujar Kasatreskrim Polres Bener Meriah ini.


Walau sudah ditetapkan menjadi tersangka, ia meminta kepada kedua pihak baik dari pemilik kopi dan keluarga remaja untuk bermediasi, guna untuk meringankan tuntutan ancaman yang akan disangkakan.

Pasalnya, dalam kasus tersebut, pelaku penganiayaan ini disangkakan telah melanggar Pasal 80 ayat (2), (3)  Jo Pasal 76.C dari UU RI nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak.

Ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 3 milliar.

"Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini pada kami, dan akan diproses secara hukum," jelasnya.


Kendati demikian, ia juga menjelaskan, bahwa bila pemilik kopi yang telah ditetapkan menjadi tersangka ini, juga bisa melaporkan tindakan pidana pencurian oleh remaja dan tiga kawannya tersebut.

Namun, ia jelaskan, akan diperoses secara hukum dalam kasus yang berbeda.

Disisi lain ia ungkapkan, aksi pencurian berujung meninggalnya salah satu remaja itu, karena kepergok oleh pemilik kebun kopi sedang mencuri.

Diketahui, korban mengambil kopi sebanyak satu bagasi sepeda motor yang dikendarai oleh korban.

Namun naas, aksi pencuriannya itu diketahui sang pemilik dan aksi penganiayaan pun dilakukan hingga remaja naas tersebut tewas di tempat.

Sedangkan barang bukti yang telah diamankan oleh kepolisian, berupa satu pucuk senapan angin dalam keadaan patah dan rusak.

"Agar kasus ini tak terulang lagi, kami mengimbau kepada masyarakat bila terdapat aksi pencurian dan tindakan kriminal lainnya, agar jangan main hakim sendiri. Karena akan menambah persoalan lainnya yang bisa menjerat pelaku penganiayaan. Jika boleh diamankan, dan langsung diserahkan kepada penegak hukum," harapnya.

Sumber : Serambi