---------------------- Sering Dipalak Polisi Di Jalan Tol, Sopir Ini Tulis Surat Untuk Kapolri. Isinya Ternyata

Advertisement

Sering Dipalak Polisi Di Jalan Tol, Sopir Ini Tulis Surat Untuk Kapolri. Isinya Ternyata

Tuesday, April 23, 2019


KUTARAJA.COM - Sahabat SP - Baru-baru ini, nama kepolisian kembali menjadi sorotan sehingga viral di media sosial. Pasalnya, seorang supir truk dan pengangkut barang nekad menulis sebuah surat terbuka yang tujuannya juga tidak tanggung-tanggung yaitu langsung ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Berikut kisahnya.

Surat terbuka itu diunggah oleh Imam Handoko di akun Facebook pada Senin (22/4/2019). Dalam unggahannya tersebut, Imam Handoko menyertakan foto deretan mobil polisi dengan tulisan PJR untuk melengkapi surat terbuka yang ia buat.

Surat terbuka itu berisi keluhan sang sopir truk yang kerap kali diperlakukan tidak baik oleh petugas Patroli Jalan Raya (PRJ) di jalan tol. Imam menjelaskan kalau dalam mengirim barang ke luar kota, ia sering menggunakan fasilitas jalan tol. Ia tak menampik karena dengan lewat jalan tol lebih memudahkan dan bisa mempercepat pekerjaannya dalam pengiriman barang.


Namun saat melewati jalan tol, Imam Handoko sering kali bertemu dengan anggota petugas Patroli Jalan Raya (PRJ). Ia merasa selalu dianggap salah oleh petugas meskipun dokumen dan surat kendarannya sudah lengkap. Bahkan Imam Handoko mengaku selalu dimintai uang meskipun tidak melakukan kesalahan.
Berikut bunyi surat terbukanya.

Kepada Yth Bapak Kapolri.
Dengan Hormat
Pak Tito, saya adalah seorang driver truk yang kadang setiap saat menggunakan jalan tol. Setiap ada pengiriman baik dalam atau luar kota, saya selalu memanfaatkan jalan tol yang memang sangat membantu dalam pengiriman, mempercepat jarak tempuh dan mempersingkat waktu.
Tapi ada satu ganjalan bila saya lewat jalan tol. Iya Pak, itu anak buah bapak yang mobilnya tertulis PJR, selalu saja menjadi momok buat kami para sopir truk. Kenapa kami kok selalu saja salah di mata anak buah Bapak. Walaupun surat-surat dan dokumen kami lengkap, selalu saja kami pada posisi yang tidak bisa melawan. Dan ujung-ujungnya kami harus memberikan sejumlah uang. Dalam bahasa kami nge mel.

Bapak Tito Karnavian yang terhormat
Bolehkah saya bertanya? Sebenarnya apa sih tugas utama dari anak buah Bapak yang ada di jalan tol (PJR)? Apakah untuk mengamankan pengguna jalan tol dari kejahatan, ataukah hanya untuk mencari uang tambahan dari para sopir?
Jujur Pak, kami para driver lebih nyaman bila tidak berjumpa dengan petugas PJR karena bila kami lihat petugas PJR dari jauh saja, jantung kami berdegup kencang. Kami tahu, pasti kami akan keluar uang ekstra yang harus diambil dari uang jalan kami.
Kami hanya berharap kepada Bapak, apabila petugas ini lebih merugikan para sopir truk sebaiknya PJR yang bertugas di jalan tol agar ditiadakan saja dan diganti dengan petugas yang lebih bisa mengayomi para sopir, khususnya sopir truk.
Mohon maaf bila surat ini menyinggung Bapak. Tapi hanya ini yang bisa saya sampaikan kepada Bapak, karena kami tidak memiliki kemampuan bila sudah menghadapi anak buah Bapak di jalan tol.
Terima kasih atas perhatian dari Bapak. Semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.


Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.