Jika Memang Niatnya Cuma Main-main, Lebih Baik Sendiri Saja Dulu, Karena Kita Bukan Anak Kecil Lagi

KUTARAJA.COM - Jika Memang Niatnya Cuma Main-main, Lebih Baik Sendiri Saja Dulu, Karena Kita Bukan Anak Kecil Lagi

https://www.instagram.com/pesona_ukhti

Pernah nggak kita merasa bahwa sendiri itu lebih baik, aplagi pasca kecewa oleh suatu hal atau mungkin dikecewakan, kita merasa bahwa sendiri itu adalah lebih baik dan menenangkan.

Pernah? pasti sebagian orang akan berkata pernah, kita pasti pernah mengalami fase dimana merasa jenuh memulai lagi cinta yang baru, atau merasa semenatara lebih baik untuk tidak mencintai siapa-siapa.

Merasa Sendiri Itu Lebih Baik Dalam Suatu Waktu, Demi Menimang Gejolak Rasa yang Seakan Sudah Hambar

Kita merasa sendiri itu lebih baik dalam suatu waktu, kita merasa bahwa sendiri itu lebih menyenangkan dan mendamaikan. Dan kita merasa sendiri itu lebih baik dulu demi menimang gejolak rasa yang seakan sudah hambar dengan yang namanya “cinta”.

Adakalanya Pula Kita Merasa Bosan Dengan Cinta yang Tidak Ada Kejelasan dan Kemudian Berakhir Tanpa Kepastian

Bukan cuma itu, adakalanya pula kita merasa bosan dengan cinta yang tidak ada kejelesan, kita merasa bosan dengan cinta yang modelnya hanya asal nyaman tidak ada kejelasan, lalu kemudian berakhir tanpa kepastian.

Ada fase dimana kita merasa bahwa urusan cinta main-main bukan lagi masanya, urusan cinta yang sekedar senang saja sangat membosankan, dan hanya buang-buang waktu saja.

Kita kadang ingin sekali betah dalam sendirian jika dibandingkan harus bertemu dengan orang yang salah lagi, tidak mau menjajal cinta yang akhirnya hanya menuai luka dan goresan sedih yang bekasnya sulit sekali dihilangkan.

Sungguh Urusan Cinta Bukan Sekedar Rindu Lalu Bertemu, Sudah Saatnya Menjauhi Hal yang Hanya Buang-buang Waktu Saja

Karena sungguh urusan cinta bukan sekedar rasa nyaman, senang, dan rindu yang lalu bertemu, tapi sudah saatnya menjauhi hal yang hanya buang-buang waktu saja seperti demikian.

Tetapi membangun hubungan dimana yang ketika kita butuh, disitulah kita merasa bahwa kita sudah benar-benar terlengkapi dengan adanya dia seseorang yang mampu mengimbangi setiap hal yang ada dalam diri kita.

Yaitu seseorang yang serius, yang mau berbenah bersama, dan siap menerima setiap kekurangan yang ada dengan penuh ikhlas serta sabar. Sumber: humairoh.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel