ISTRI dan SUAMI, Bacalah Ini Agar Bertambah Kebahagiaan Dalam Keluargamu!

Suatu hari ada seorang pria, tidak lulus ujian masuk SPMB dan gagal masuk perguruan tinggi. Karena putus asa akhirnya orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita yg baik hati namun memiliki paras yang tidak terlalu cantik.


Setelah menikah, dia mencoba peruntungan untuk mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman dan tidak cakap dalam mengajar, maka belum satu minggu mengajar dia sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air matanya, menghiburnya dengan berkata: " Saya tahu kamu punya banyak ilmu di dalam otakmu, namun ketahuilah ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian, ia pergi bekerja di pabrik, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat dan mengganggu proses produksi yang ada disana. Sang suami sangat depresi karena sudah berkali-kali gagal.

Saat itu sang istri berkata padanya, "Kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya baru beberapa hari saja, bagaimana bisa cepat?"

Kemudian dia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, sayangnya, tidak ada satu pun yang berhasil, semuanya gagal di tengah jalan.

Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 33 tahun, dia mulai dapat keberuntungan sedikit melalui bakat berbahasanya, ia diterima untuk menjadi menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian, dia membuka sekolah tuna rungu wicara sendiri, lalu karena banyak permintaan alat bantu tuna rungu, dia mulai menjualnya hingga akhirnya punya toko penjualan alat tersebut, dan dia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang mengalami gangguan pendengaran di berbagai kota.

Kini, dia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Suatu hari, dia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, "Mengapa engkau tetap begitu percaya padaku, walaupun aku sendiri merasakan masa depanku begitu suram?"

Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.

Sang istri menjawab:

"Sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit kurma pasti bisa hidup karena kurma bahkan bisa hidup di tengah gurun pasir yang gersang. Yakinlah bahwa sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya."

Mendengar penjelasan sang istri, dia pun terharu mengeluarkan air mata. Dengan segera dia memeluk istrinya. Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul.

Semua prestasi pada dirinya adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh dan tidak pernah menyerah, sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Pesan inspirasi dan moral cerita ini :

Seorang istri diciptakan Tuhan untuk menjadi penolong bagi suami dan keluarganya. Jika kau sebagai istri merasa belum bisa menjadi berkat dan penolong untuk suami dan keluargamu, koreksilah dirimu. Karena perubahan itu dimulai dari diri sendiri, bukannya malah menuntut suamimu untuk berubah.

Jika kau sebagai suami, carilah istri yang soleh dan takut akan Allah, yang senantiasa tak henti-hentinya mendoakanmu. Karena niscaya, perilaku istrimu akan baik, bisa menjadi panutan, serta keluargamu akan terasa diberkati. Janganlah mencari istri dengan melihat dari fisiknya, karena jika suatu saat fisik istrimu berubah, maka kau akan mencari wanita lain di luar sana yang menurutmu lebih baik.

Pasanganmu saat ini adalah pasangan terbaik yang Allah berikan untukmu. Oleh karena itu, bersyukurlah! Bahagiakan pasanganmu selalu.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel