Doa Agar Di Beri Harta Berlimpah Dengan Yang Halal Di Berkahi Allah

KUTARAJA.COM - Sebagai manusia pasti hakikatnya pengen jadi orang kaya dengan harta melimpah dan memiliki segalanya.

Doa Agar Di Beri Harta Berlimpah Dengan Yang Halal Di Berkahi Allah

Namum Perlu kita ketahui kita sebagai muslim pasti harus tau harta kita peroleh dari mana saja dan apakah harta kita itu halal ataukah haram.

Pasti banyak sekarang manusia mendapatkan harta dengan tidak baik, misalnya dengan hasil judi ataukah dengan uang hasil sogok menyogok, supah pasti itu perilaku yang sangat di larang oleh allah SWT.

Maka Dari itu kita harus memperoleh harta kita dengan jalan yang benar agar kita hidup baraqah.

Beriku hadis Riwayat Tirmidzi

وَعَنْ عَلِيٍّ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ مُكَاتَباً جَاءَهُ فَقَالَ : إِنِّي عَجِزْتُ عَنْ كِتَابَتِي فَأَعِنِّي ، قَالَ : أَلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيْهِنَّ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلٍ دَيْناً أَدَّاهُ اللهُ عَنْكَ ؟ قُلْ : (( اللَّهُمَّ اكْفِني بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ)) .

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ada seorang budak mukatab (yang berutang pada
tuannya ingin memerdekakan dirinya) yang mendatangi ‘Ali, ia berkata, “Aku tidak
bisa membayar utang pembebasan diriku, maka tolonglah aku.” Ali pun berkata,
“Maukah kuberitahukan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya padaku yaitu seandainya engkau memiliki
utang sepenuh gunung, maka Allah akan memudahkanmu untuk melunasinya.
Ucapkanlah doa, ‘ALLAHUMAK-FINII BI HALAALIKA ‘AN HAROOMIK,
WA AGH-NINIY BI FADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK’ (artinya: Ya Allah
cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan
cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu).” (HR.
Tirmidzi, ia katakan haditsnya hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3563; hasan menurut
At-Tirmidzi, Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy menyetujui hasannya hadits ini).

Keterangan hadits
IKFINII artinya berilah kecukupan kepadaku.

 Referensi:
Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/22120-doa-agar-diberi-kecukupan-dengan-yang-halal.html

Faedah hadits

  • Hadits ini jadi dalil menolong budak mukatab.
  • Boleh meminta tolong bagi orang yang berat dalam melunasi utang, sampai ia mendapati sesuatu untuk mencukupinya.
  • Rezeki halal walaupun sedikit lebih baik dari harta haram yang jumlahnya melimpah.
  • Segala karunia adalah milik Allah, maka sandarkanlah karunia dan nikmat hanya kepada Allah, yang lainnya cuma ikutan saja.
  • Hendaklah kita meminta tolong kepada Allah semata dalam perkara yang hanya Allah yang bisa menyelesaikannya.


Membaca surah Al-Fatihah di
setiap rakaat

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam shalat bersama kami, dia membaca
surah Al-Fatihah (Fatihatul Kitab) pada
shalat Zhuhur dan Ashar di rakaat pertama
dan kedua lalu ditambahkan dua surat. Dan
kadang beliau memperdengarkan kepada
kami ayat. Beliau memperlama rakaat

pertama. Lalu beliau membaca surah Al-
Fatihah (Fatihatul Kitab) pada rakaat ketiga

dan keempat. (HR. Bukhari, no. 759 dan
Muslim, no. 451)
Setelah surah Al-Fatihah pada rakaat ketiga
dan keempat masih bisa menambah surah
lainnya. Dalilnya adalah hadits dari Abu Said Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu, ia
menyatakan,

“Kami memperkirakan lama berdirinya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada shalat Zhuhur dan Ashar. Kami
memperkirakan lamanya berdiri dalam shalat
Zhuhur pada rakaat pertama dan kedua
sekadar membaca tiga puluh ayat seperti
membaca surah As-Sajadah. Dan pada rakaat
ketiga dan keempat, seperti membaca separuh
dari tiga puluh ayat tadi. Kami hitung pula
lamanya berdiri dalam shalat Ashar pada
rakaat pertama dan kedua sekadar lamanya
berdiri pada rakaat ketiga dan keempat dari

shalat Zhuhur. Sedangkan kami hitung-
hitung untuk rakaat ketiga dan keempat

dari shalat Ashar adalah separuh dari rakaat
pertama dan kedua.” (HR. Muslim, no. 452).

BACA: 
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel