Sesudah Menikah Bukan Berarti Kamu Boleh Mengatur Seluruh Hidup Pasanganmu

Kutaraja.com - Kehidupan rumah tangga tak sama, tiap-tiap pasangan mempunyai kebahagiaan, duka, estetika dan dilema masing-masing. Hal ini dikarenakan karakter dari masing-masing orang tak sama, sehingga kehidupan rumah tangga bahkan berbeda.


Dikala masih sendiri, kita bisa melaksanakan hal apa saja dan banyak hal sendiri. Mulai dari membikin keputusan menurut pertimbangan sendiri. Akan tapi hal ini akan berbeda dikala sudah menikah, tentu banyak hal sepatutnya didiskusikan bersama dan di bicarakan bersama. Akan tapi bukan berarti semua aspek kehidupan kita bisa diatur oleh pasangan kita. Seperti juga kita, kita tak boleh serta merta menuntut pasangan kita memenuhi standar kita tanpa didiskusikan secara khusus dahulu.

Dikutip dari 7 Signs of Manipulation in Relationships (And How to Handle It) lewat lifehack.org, pernikahan yang sehat yaitu yang didalamnya terdapat pasangan yang saling mendukung, yang saling menolong dikala mengambil keputusan besar. Dikala pasangan menjadi sosok pengontrol dan sok ngatur dalam pelbagai aspek kehidupan, karenanya yang terjadi kita akan merasa berada didalam kehidupan orang lain yang tak membikin kita merasa nyaman menjadi diri sendiri.

Salah satu metode agar bisa menyelesaikan pelbagai dilema yaitu dengan metode membangun komunikasi yang tepat sasaran. Sebab kita dan pasangan mempunyai perbedaan dan persamaan. Sehingga tanpa komunikasi yang bagus karenanya akan ada banyak kesalah pahaman yang terjadi. Dikala pasangan atau kita mempunyai sikap berlebihan, terlalu mengontrol dan mengontrol aspek kehidupan karenanya cobalah bicarakan bagus-bagus.

Sebab sekiranya terlalu diatur oleh pasangan alhasil salah satunya ada yang merasa tertekan dan tak bersuka ria dengan pernikahannya.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel