VIDEO PANAS Gadis Pramuka Berhubungan Badan di Ruang Tamu, Viral di WhatsApp (WA) dan FB

KUTARAJA.COM - VIDEO PANAS Gadis Pramuka Berhubungan Badan di Ruang Tamu, Viral di WhatsApp (WA) dan FB

virar berhubungan badan

Tersebarnya video panas pelajar SMK berseragam pramuka di Pangandaran ternyata berbuntut panjang.

Polisi kini menyidik dua pelajar SMK berseragam pramuka itu.

Seperti diketahui, video pelajar SMK berseragam pramuka itu tersebar luas di media sosial.

Tak hanya di media sosial Facebook, video tersebut juga menyebar di Twitter dan grup-grup WhatsApp (WA).

BACA: Virar, Wanita Ini Operasi Plastik 50 kali Biar seperti Angelina Jolie Namum Nyatanya Seperti Zombie

Di Facebook, video ini dikirim ke grup-grup atau forum jaul beli area Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Video gadis Pramuka tersebut ternyata berdurasi 40 detik.

Dalam video itu, tampak ada seorang lelaki dan perempuan beerhubungan badan di ruang tamu.

BACA: Viral, Wanita Ini Menirukan Gaya Foto Selebriti, Bikin Ngakak Liatnyaa

Terlihat si perempuannya masih mengenakan seragam pramuka.

Kapolsek Padaherang AKP Endih Permana membenarkan mengenai kejadian video viral tersebut.

Ia mengatakan, adegak tak senonoh itu direkam di rumah pelaku, yaitu di Padaherang.

Sejauh ini, lanjutnya, memang belum ada laporan resmi mengenai beredarnya kasus video panas itu.

Ia mengatakan, kasus tersebut kemungkinan ditangani langsung Unit PPA Polres Ciamis.

Kini pelajar pelaku video panas itu pun sudah tak bersekolah di SMK yang dimaksud.

"Pelajarnya sudah mengundurkan diri dari sekolahnya.

Tapi bukan dikeluarkan," ujar Endih, dilansir dari TribunSumsel.com (grup Surya.co.id) yang mengutip berbagai sumber, Sabtu (19/10/2019).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman sudah mengetahui beredarnya video tersebut.

Lantaran urusan SMK kewenangan Pemprov Jabar, pihak Disdik Pangandaran tak menindaklanjuti lebih jauh persoalan tersebut.

Surman mengaku prihatin atas perilaku yang dilakukan kedua siswa tersebut.

Sebab adegan asusila tersebut mencoreng dunia pendidikan. Padahal saat ini pihaknya telah gencar mengedepankan pendidikan karakter.

Ia berharap kepada semua pihak untuk bahu membahu dalam konteks mendidik dan mengajar.

Mendidik, menurut Surman, artinya menumbuhkan karakter para siswa, penguatan etika dan agama.

Selain itu, Surman meminta para orang tua memantau aktivitas anak di dalam dan luar rumah.

"Guru di sekolah harus fokus mendidik, berlaku untuk semua guru.

Seluruh orang tua juga harus mengawasi anak-anaknya saat di rumah," ucap Surman. Artikel ini telah tayang di surya.co.id.

BACA: Suami Kerja, Wanita di Gresik Kepergok Berduaan Bareng Aparat Desa di Rumah, Awalnya Dikira Maling
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel