Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

KUTARAJA.COM - Untuk itu, dimana saja kita berada, dan dalam situasi seperti apa saja, khususnya dikala ada yang membenci kita, jangan mudah gusar untuk balik membencinya.

Dicaci, dihina, dan diremehkan, jangan masukkan segala kata-kata buru itu pada hati, anggap saja cuma sebuah kata tidak bermakna. Belajarlah dari orang tuli kalau ada beberapa orang yang menghina, berlagaklah seolah kita tidak mendengar apa yang mereka katakan.

Belajarlah Dari Orang Buta Jika Dicaci, Berlagaklah Seolah Kita Tidak Memandang Perlakuan Buruk Mereka

Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

Dan belajarlah dari orang buta kalau dicaci, berlagaklah seolah kita tidak memandang sedikitpun perlakuan buruk mereka terhadap kita, supaya hingga kapan saja kita tak mempunyai kebencian sebab tak terima.

BACA: Suami-Istri Waspadalah, Media Sosial Bisa Menghancurkan Rumah Tanggamu

Berlagaklah seolah kita tidak memandang kedzaliman mereka, walau semacam itu sering kali mereka menggunkan lisannya untuk mendzalimi kita, sebab bagaimanapun hal paling ampuh untuk menjaga hati yaitu dengan mengacuhkan perlakuan buruk mereka.

Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

Sungguh Seandainya Alat dan Mata Kita Tidak Pernah Terisi Dengan Kebencian, Karenanya Hingga Saja Hati Kita Akan Hening.

BACA: Ridho Suami Adalah Syurga Bagi Istri, Maka Turutilah Perintah Suami Mu.

Ketahuilah, sungguh bila kuping dan mata kita senantiasa bisa kita kondisikan untuk tidak pernah terisi dengan kebencian, karenanya hingga kapan saja hati kita akan merasa hening.

Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

Seandainya kuping dan mata kita kondisikan untuk abai terhadap kedzaliman mereka, karenanya seburuk apa saja tindakan mereka akan konsisten kita terima dengan berlapang dada dan tanpa dendam sedikitpun.

Sungguh Seandainya Hati Kita Senantiasa Hening, Karenanya Tidak Peduli Sedzalim Konsisten Mereka, Kapabel Karena Kita Akan Karenanya Bersabar.

Alat sungguh bila hati kita senantiasa saja hening, tak gegabah amarah atau membenci, karenanya tak peduli sedzalim apa mereka terhadap kita, konsisten saja diri kita akan gampang untuk konsisten bersabar.

Belajarlah Dari Orang Tuli Apabila Dihina, Berlakulah Seolah Kita Tak Mendengar Apa yang Dikatakan Mereka

Namun, Tutuplah Alat dan Mata Kita Dari Para Pembenci, Konsisten Hati Memaafkan Kapabel Kita Buka Untuk .

Oleh maka, tutuplah kuping dan mata kita tatkala ada yang membenci kita, tatkala ada yang menghina, mencaci, dan meremehkan kita, tapi hati seharusnya konsisten kita buka untuk memberi maaf.

Hati kita seharusnya konsisten sanggup kita kondisikan memandang dengan bijak, supaya memberi maaf senantiasa dapat kita lakukan tanpa ada rasa jenuh sedikitpun.

BACA: Kenapa Seorang Wanita Dilarang Mengantar Jenazah Suaminya ke Kubur? Ini Sebabnya
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel