Masalah Keluarga Tak Seindah Di Atas Podium, UAS (Ust, Abdul Somad) Talak Istri Nya karena Minta Ini Saya Lansung Ceraikan

Masalah Keluarga Tak Seindah Di Atas Podium, UAS (Ust, Abdul Somad) Talak Istri Nya karena Minta Ini

KUTARAJA.COM - Abdul Somad lahir di keluarga besar ulama asal Asahan yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I sempat memberikan ceramah tentang hak istri minta cerai.

Dilansir dalam kanal YouTube Fodamara TV ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang hak istri minta cerai.

BACA: Jika Tak Ada Niat Menikahi Dia Maka Segera Putusin, Jangan Jadikan Dia Mainan Nafsumu

Muncul pertanyaan "Bagaimana pak Ustadz kalau kita bertengkar sama istri. Kalau istri selalu minta cerai apa hukumnya," tanya jamaah kepada Ustaz Abdul Somad.

" Ya sudah ceraikan saja. Istri saya tidak pernah minta cerai. Seandainya istri saya minta, saya ceraikan. saya cari yang lain apa susah-susah," ucapnya.

Dalam ceramah tersebut UAS juga menerangkan tentang idealnya hubungan suami istri.

Menurut UAS sebelum melakukan pernikahan seharusnya baik yang punya saudara perempuan maupun laki-laki mesti kursus pernikahan terlebih dahulu supaya tahu apa haknya dan kewajibannya.

" Supaya dia tahu apa haknya. Apa itu Zihar, Ni'an, Talak, apa itu rujuk, apa itu Itdah, apa itu Nafaqoh. dan apa kewajibannya," jelas UAS.

Dikatakan UAS, anak perempuan punya lima hak terhadap suami.

" Jadi ada lima hak perempuan pertama makan, pakaian, tempat tinggal, perhatian dan pendidikan.

Suami juga kewajiban mendidik ke jalan Allah, perhatian termasuk seksual masuk kesana.

Apabila suami tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu punya hak Sighat Taklik jika meninggalkan istri dua tahun lamanya atau tidak memberikan nafkah Zohir dan Batin 3 bulan secara berturut-turut istri berhak menuntut cerai apabila dia mendatangi pengadilan agama dan menuntut maka jatuh talak satu," papar UAS.

Ustaz Abdul Somad juga menegaskan bahwa istri harus menghormati dan patuh kepada suami apabila mengajak ke jalan Allah.

Namun apabila suami sudah mengkhianati amanah, maka istri juga punya hak untuk melepaskan.

UAS Ceraikan Istri

Diketahui, Pengadilan Agama Kelas 1B Bangkinang, Riau, sudah menyidangkan permohonan cerai yang diajukan UAS kepada Mellya Juniarti.

Sidang permohonan cerai UAS dan Mellya Juniarti dilaksanakan pada Selasa (3/12/2019).

Namun UAS dan Mellya Juniarti sama-sama tidak hadir saat persidangan berlangsung.
Pada persidangan itu, Pengadilan Agama Bangkinang mengabulkan permohonan cerai UAS.

Pengabulan permohonan ini disampaikan Pengadilan Agama Bangkinang di Ruang Sidang Umar Bin Khatab.

Terkait dengan perkara perceraian UAS di Pengadilan Agama Bangkinang, Humas Pengadilan Agama Bangkinang, Muliyas S.Ag membenarkan pengadilan menerima dan menangani perkara perceraian UAS.

 Ia menuturkan permohonan cerai UAS terdaftar di Pengadilan Agama Bangkinang sejak 12 Juli 2019.

Perkara perceraian ustaz kondang ini teregistrasi dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn.

Dijelaskan perkara perceraian tersebut sudah dilakukan 11 kali proses sidang yang di dalamnya termasuk juga proses mediasi.

"Saat putusan dibacakan hakim kemarin hanya dihadiri kuasa hukum pemohon," ungkapnya.

Ia menuturkan terkait kasus perceraian ini para pihak masih punya waktu 14 hari untuk berpikir menerima putusan atau melakukan upaya hukum lainnya.


Sekelumit cerita, diutarakan seseorang yang tidak mau disebutkan namanya di Pengadilan Agama Bangkinang, istri yang ditalak UAS atau UAS hadir terlambat pada sidang putusan.

Sementara itu, mantan istri UAS, Mellya Juniarti kepada wartawan usai persidangan di Pengadilan Agama Bangkinang, Jalan Sudirman Bangkinang, Selasa (3/12) membenarkan pengadilan telah memutuskan perkara yang diajukan oleh UAS.

“Ya pengadilan sudah membacakan amar putusannya dan kami tadi terlambat sehingga tidak hadir saat majelis membacakan putusan,” ujar Mellya Juniarti saat didampingi kuasa hukumnya Nurhasmi, SH.

Lebih lanjut, Mellya mengaku kaget dengan putusan tersebut, karena tanpa kehadirannya sebagai tergugat tidak hadir dalam persidangan pengadilan langsung memutuskan perkara.

Untuk lebih lanjut banding atau tidaknya, Mellya menyerahkan sepenuhnya kepada penasehat hukum, sebab dirinya mengaku tidak pernah melakukan kesalahan yang melampaui syariat.

Terkait isu yang beredar kurangnya kebutuhan zohir yang diberikan UAS kepadanya, dirinya tidak mau berkomentar.

“Kalau itu saya no comment, untuk lebih jelas tanyalah sama ustaz, karena saya termohon,” terangnya.

Saya Lansir dari tribun.

BACA: 

Wulan Sari Hidup Ini Cuma Sekali, Maka Manfaatkan Hidup Ini Dengan Berbagi Kebaikan Antara Sesama
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel